Bikin Geger, Satu Warga Rejang Lebong Diamankan Polisi Akibat Perdagangan Orang

Diperiksa Petugas
Tampak 4 orang pelaku sedang diperiksa petugas (Fokus Bengkulu.com)

Terkini.id Rejang Lebong – Bikin Geger, Polda Bengkulu Akhirnya berhasil mengungkap Kasus Perdagangan Orang (Human Trafficking) yang juga meringkus 1 warga Rejang Lebong Kamis 30 April 2020.

Kasus ini bermula ketika Kapolda Bengkulu Melalui Kabid Humas Kombes Pol Sudarno SSos M.H mengungkapkan, Polda Bengkulu Berhasil mengungkap kasus perdagangan orang tersebut pada Kamis (30/4/2020) di Panti Pijat Putri di Jalan Jenggalu Kelurahan Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.

Diketahui 1 Warga Rejang Lebong yang diamankan Polisi Berinisial lW ( 34 ) warga Kelurahan Kesambe Baru Kecamatan Curup Timur.

Sementara 3 Temanya yakniMI (20) warga Desa Talang Leak l Kecamatan Bingin Kuning Kabupaten Lebong serta SU (17) warga warga Perumahan Sakinah Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu dan HS (38) warga Perum Kirana Blok J Kelurahan Kandang Emas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Selain itu polisi juga menemukan sejumlah uang senilai Rp.950.000 di tempat panti pijat tersebut.

“Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai Rp. 950.000.00. (Sembilan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), serta 2 (dua) buah kondom yang belum dipakai,” terang Sudarno seperti dikutip dari Fokus Bengkulu.com Jum’at 1 Mei 2020.

Di saat kondisi seperti ini memang harus menjadi perhatian semua pihak termasuk masyarakat karena kasus seperti ini akan merugikan banyak orang jika perdagangan manusia semakin berkembang.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

5 Fakta Jurusan PGMI yang Harus Diketahui

KKN DR Kelompok 40 IAIN Curup Optimis Menjadi Contoh dalam Mengatasi Permasalahan Sosial

1 Pelaku Kakek Korban, Polres Rejang Lebong Berhasil Tangkap 2 Pelaku Pencabulan Anak

MRI Rejang Lebong Salurkan Paket Sembako Ramadhan Kepada Warga Kurang Mampu

Pemkab Rejang Lebong Akan Bagikan 500 Ribu Masker Gratis ke Warga

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar